Hubungan Kondisi Penyimpanan Air Minum dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Takeran Magetan

Authors

  • Vebrinarsanthi Tungga Dewi Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
  • Sri Poerwati Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
  • Aries Prasetyo Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya https://orcid.org/0000-0002-2396-182X
  • Denok Indraswati Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.47575/jpkm.v7i1.689

Keywords:

Kondisi Penyimpanan, Air Minum, Diare, Wadah Penyimpanan, Lama Penyimpanan

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara kondisi penyimpanan air minum dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Takeran, Magetan. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan pada Maret–Desember 2024. Sampel sebanyak 72 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan fixed disease sampling. Kriteria inklusi meliputi masyarakat yang tinggal di sekitar penderita, tidak tinggal di pondok pesantren, menggunakan sumber air sumur dangkal, serta mengonsumsi air minum hasil perebusan. Hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa jenis wadah penyimpanan air minum memiliki nilai p = 0,0182 dan lama penyimpanan memiliki nilai p = 0,0338. Kedua nilai tersebut lebih kecil dari α = 0,05, sehingga terdapat hubungan signifikan antara kondisi penyimpanan air minum dengan kejadian diare. Temuan menunjukkan bahwa sebagian wadah penyimpanan tidak memenuhi syarat kebersihan, seperti kondisi kotor dan tidak berleher sempit. Selain itu, sebagian besar air disimpan lebih dari satu minggu, yang berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi mikroba serta perubahan rasa dan bau. Disimpulkan bahwa kondisi wadah dan lama penyimpanan air minum berhubungan dengan kejadian diare. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan menjaga kebersihan wadah serta membatasi lama penyimpanan air untuk mencegah risiko kesehatan.

References

Agustina, N., Hayati, R. & Irianty, H. (2018). The Quality of Bakteriologis Study and Use of Water or Dug Wells With an Occurrence Water Borne Diseases in the Village West Pasayangan. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 15–20.

Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Magetan Tahun 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan.

Handayani, E. R., Prasetyo, A. & Jayadi, H. (2019). Faktor Resiko Kejadian Diare Ditinjau dari Kondisi Fisik Jamban dan Wadah Penyimpanan Air Minum di Desa Sidorejo Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan Tahun 2019. Doctoral Dissertation. Poltekkes Kemenkes Surabaya.

Harish, B., & Haseena, M. (2020). Identification of Ground Water Recharge Potential Zones by Using Remote Sensing and Geographic Information System. International Journal of Scientific Reports, 7(1), 33-38. https://doi.org/10.18203/issn.2454-2156.intjscirep20205493.

Kemenkes RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Kementerian Kesehatan RI Jakarta.

Notoatmodjo, S. (2018) Metodologi Penelitian Kesehatan. PT. Rineka Cipta.

Olatunde, K., Patton, S. K., Cameron, L., Stankus, T., & James Milahan, P. (2022). Factors Affecting the Quality of Drinking Water in the United States of America: A Ten-Year Systematic Review. American Journal of Water Resources, 10(1), 24–34. https://doi.org/10.12691/ajwr-10-1-4.

Permenkes RI. (2014). Permenkes RI No. 3 Tahun 2014. Peraturan Menteri Kesehatan.

Proverawati, A., & Rahmawati, E. (2016). PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Cetakan II. Nuha Medika.

Purhadi, Lutfianti, A., & Susanti, M. M. (2017). Perbedaan Antara Air Minum yang Dimasak dengan Air Minum Ultraviolet terhadap Adanya Bakteri Escherichia coli di Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan. The Shine Cahaya Dunia Ners, 2(1), 1–7.

Puskesmas Takeran, (2023). Laporan Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT). Puskesmas Takeran, Magetan.

Rahayu, W. P., Nurjanah, S., & Komalasari, E. (2018). Escherichia coli: Patogenitas, Analisis, dan Kajian Risiko. IPB Press.

Tamjidillah, M., & Ramadhan, M. N. (2021). Buku Air bersih: Perkembangan dan Teknologi Pengolahannya. IRDH (International Research and Development for Human Beings).

Rivki, M., & Bachtiar, A. M. (2021) Studi Epidemiologi. Tahta Media Grup.

Silalahi, M. I.,Yermi., Yunus, M., Syamsul, M., Hardianti, S.,Wydyiastuti, Y., Paramitha, D., Firmansyah, H., Abdurohim., Indrawati., Gunawan, E., & Gumilar, A. (2021) Kesehatan Lingkungan Suatu Pengantar. Cetakan I. Edited by I. Irayanti and N. Yudaningsih. Insania.

Setiawati, E., Suprapto, P. K., & Sunaedi, N. (2022). Pemanfaatan Air Tanah Dangkal untuk Memenuhi Kebutuhan Domestik Masyarakat di Sekitar TPA Sampah Kota Banjar. Journal of Geography Education Universitas Siliwangi, 3(2), 61–65.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian Kulitatif kuantitatif dan R & D. Alfabeta Bandung.

Wahyuni, F., Hartono, A., & Sari, F. N. (2018).Pengaruh Lama Waktu Simpan Terhadap Angka Escherichia coli dalam Air Minum Isi Ulang. Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal), 5(2), 145–149. https://doi.org/10.33653/jkp.v5i2.151.

WHO. (2017). Guidelines for Drinking-water Quality: Fourth Edition Incorporating the First Addendum, Geneva. WHO.

Wulandari, T., & Subagio, A. (2015). Pengaruh Desain Wadah Air Minum Terhadap Risiko Kontaminasi Mikroorganisme.Jurnal Teknologi Lingkungan, 12(2), 89–95.

Yunada, T. F., Rahayu, W. P., & Herawati, D. (2023). Keamanan Mikrobiologis Air Minum Isi Ulang dan Perubahannya Selama Penyimpanan. Indonesian Journal of Agricultural Sciences/Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 28(4), 581-590. https://doi.org/10.18343/jipi.28.4.581.

Zora, M., Gustina, E., & Ulfah, M. (2022). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Akses Air Minum Aman di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, 5(1), 73-84. https://doi.org/10.32524/jksp.v5i1.392.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Dewi, V. T., Poerwati, S., Prasetyo, A., & Indraswati, D. (2026). Hubungan Kondisi Penyimpanan Air Minum dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Takeran Magetan. JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat, 7(1), 91–99. https://doi.org/10.47575/jpkm.v7i1.689

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)